Thursday, December 12, 2013

Gelar Raden Di Cibarusah Mulai Luntur

Cibarusah merupakan daerah yang mempunyai nilai sejarah. Dari mulai sejarah perjuangan tokoh-tokohnya Hisbullah dan bangunan - bangunan tuanya. Ada juga kendaraan - kendaraan truk bekas penjajah belanda. Begitu juga masyarakatnya masih banyak yang menyandang gelar Raden. Gelar raden merupakan salah satu identitas kebangsawan yang berasal dari Priangan, yang meliputi Kesultanan Banten, kesultanan Cirebon, Tarumanegara, dan Kerajaan Padjajaran. Gelar Raden dimiliki oleh komunitas masyarakat Desa Cibarusah Kota Kecamatan Cibarusah Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Desa Cibarusah terdiri dari beberapa wilayah yakni Kampung Babakan, Kampung Rahayu, Malaka, Loji, Pasar Lama, dan Kebon Kalapa. Gelar Raden tersebut yang berasal dari Syeh Maulana Sainan Jaya Ratu atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Uyut Sena. Keturunan Mbah Uyut Sena berkembang melalui proses perkawinan perjodohan yang akhirnya tidak dilakukan oleh generasi sekarang yang sudah mengenal zaman modern dan zaman industrialisasi di Cibarusah. Bukti adanya keturunan Mbah Uyut Sena adalah bahwa Komunitas masyarakat Cibarusah banyak yang memakai gelar Raden di depan namanya. Dan di Cibarusah terutama di kampung Babakan desa Cibarusah Kota ada makam yang namanya makam Mbah Sena yang berada di samping masjid perahu kampung Babakan tepat di depan Perumahan Cibarusah Indah dan Perumahan Taman Persada Bekasi.

Di Cibarusah para tokoh masyarakat, orang tua, dan pemuda atau remaja ada yang masih memakai dan ada juga yang sudah melepaskan gelar raden. Dahulu sebelum adanya industrialisas seperti pada tahun 1987 masyarakat Desa Cibarusah masih melestarikan gelar raden. Namun setalah berkembangnya zaman perindustrian seperti saat ini di Kabupetan Bekasi, masyarakat Cibarusah saat ini mulai enggan untuk memakai gelar Raden, gelar Raden tersebut pun mulai tergeser dengan gelar-gelar akademik atau sarjana. Berkembangnya Industrialisasi di Bekasi mempunyai dampak terhadap pemakaian gelar raden yang di sebabkan oleh terbukanya interaksi masyarakat Cibarusah dengan para pendatang yang terlah berbaur dan berbeda budayanya, banyak masyakakat yang melepaskan gelar raden karena status mereka sebagai karyawan. Ada faktor yang menyebabkan luntur gelar Raden di desa Cibarusah Kota antara lain :

1.Faktor Kondisi ekonomi.
Masyarakat Desa Cibarusah termasuk pada taraf ekonomi menengah kebawah. Mereka setelah lulus sekolah lebih banyak yang masuk dunia industry dengan menjadi karyawan Pabrik atau swasta.

2.Faktor perkawinan.
Sistem perjodohan tidak lagi di lakukan bahkan mulai ditinggalkan masyarakat Cibarusah. Saat ini mereka bebas memilih pasangan hidupnya sendiri.

3.Faktor Pendidikan.
Sekarang ini Tingkat Pendidikan mayoritas pendidikan masyarakat Desa Cibarusah sudah tinggi minimal lulusan SMA sederajat. memang ada juga yang lulsan SMP dan tidak melajutkan sekolah lagi, namun jumlahnya kecil sekali. bahkan saat ini untuk mencari pembantu dengan lulusan di bawah SMA di rasakan sulit.

4.Faktor Profesi.
Berhubungan dengan pekerjaan dan profesi yang mereka jalani ,mereka malu menggunakan gelar raden dan rela melepaskannya karena demi profesinya.

5.Faktor Industrialisasi.
Dengan berkembangnya industrialisasi di Kabupaten Bekasi sudah banyak mengubah gaya hidup masyarakat Cibarusah, khususnya Desa Cibarusah kota yang terdiri dari 6 kampung.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA Judul Artikel : Gelar Raden Di Cibarusah Mulai Luntur .Ditulis oleh : Unknown. Artikel ini dimuat pada www.cibarusah.com, jika ingin mengutip, maka harus memberikan sumber link balik pada artikel "Gelar Raden Di Cibarusah Mulai Luntur" ini. Jika tidak maka akan diproses secara DMCA Take down yang tentu saja buruk akibatnya bagi blog Anda. Terima kasih atas perhatiannya
Judul: Gelar Raden Di Cibarusah Mulai Luntur; Ditulis oleh Unknown; Rating Blog: 5 dari 5

Related Posts

Posted by: Jeng Yanti CIBARUSAH.COM Updated at: 7:18 PM

0 komentar:

Post a Comment