Monday, October 15, 2012

Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat

Cibarusah - Warga Bekasi jaman kemerdekaan hingga sekarang tentunya mengenal 2 orang ulama besar di Bekasi. Yakni K.H. Noer Ali (Pahlawan Nasional) dan K.H.R Ma’mun Nawawi. K.H. Noer Ali sebagai ulama yang berkecimpung dalam pengembangan agama Islam di daerah Bekasi bagian utara .Yang hingga kini terkenal dengan nama Yayasan At-Tagwa .Yang saat ini ada masjid terbesar bernama Masjid "AT-Taqwa"  di kampung Bahagia Ujung Harapan Bekasi Utara. Sedangkan K.H. Makmun Nawawi berkiprah pengembangan Agama Islam di Bekasi bagian selatan (Cibitung ,Cikarang, Setu,Cibarusah,Bojong Mangu). K.H.Ma’mun Nawawi ini lah yang mendirikan Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat hingga sekarang.


Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat  merupakan salah satu pondok pesantren yang paling tua di Bekasi. Sejarah Pondok pesantren ini di awali oleh KH. Raden Anwar yang menjadi santri KH. Hasyim Asy’ari di Jawa Timur, mengutus anaknya bernama Raden Ma’mun Nawawi untuk belajar agama di pesantren. Maka dari itu beberapa pesantren dikunjungi untuk belajar ilmunya, diawali dari Pesantren KH. Hasyim Asy’ari Jawa Timur, Kemudian Pesantren Syekh Ihsan Jampes (seorang Pengarang Kitab Siraj al-Thalibin) di Kediri, sampai Pesantren Tugabus Bakri bin Seda (Mama Sempur) di Plered, Sempur, Bandung. Dan Karena kepinterannya,Raden Ma’mun Nawawi diangkat mantu oleh Kiayi Tubagus.

Perjalanan belajar agama islam Raden Ma’mun Nawawi tidak berhenti sampai di plered Saja. Kemudian Raden Ma’mun Nawawi belajar lagi ke Pesantrennya Syekh Mansyur (pengarang Sulam al-Nairen) yang sekarang Jembatan Lima, Jakarta. Mengenahi Kitab Sulam al-Nairen berisi tentang ilmu falak. Raden Ma’mun Nawawi mampu mempelajari dan menguasai kitab Sulam al-Nairen selama 40 hari saja. Setelah dari Pesantren Syekh Mansyur di Jembatan lima Raden Ma’mun Nawawi kemudian belajar ke Makkah al-Mukarramah.


Setelah Raden Ma’mun Nawawi dianggap menguasai dan memadai ilmu agama islam serta bisa beradaptasi untuk mengembangkan dakwah Islamiyah, Raden Ma’mun Nawawi diminta oleh mertuanya yaitu Tubagus Bakri bin Seda untuk mendirikan pesantren di Pandeglang, Banten. Dan hanya berlangsung dua tahun di pandeglang. kemudian, Raden ma'mun Nawawi diminta oleh ayahnya yaitu KH.Raden Anwar untuk kembali ke kampung halamannya di Kampung Cibogo, Cibarusah Kabupaten Bekasi dan mendirikan Pondok pesantren Al-Gaqiyatussolihat.Pendirian pondok Pesantren Al-Baqiyatussolihat dibiayai oleh ayahnya pada tahun 1938. Pada waktu awal berdirinya seluruh santri di Pesantren Pandeglang ikut bergabung ke Pesantren Al-Baqiyatussholihat.

Pada masa jaya-jayanya pesantren Al-Baqiyatussolihat pernah menampung sampai 1000 santri dalam satu angkatan. Bahkan, pesantren pesantren Al-Baqiyatussolihat sempat terkenal sebagai Pesantren Ilmu Falak (Hisab). Dan ketika pemerintah Bekasi, Bogor, Jakarta dan sekitarnya membutuhkan masalah perhitungan falakiyah, selalu merujuk ke pesantren Al-Baqiyatussolihat.Saai ini ilmu falakiyah juga masih diajarkan di pesantren Al-Baqiyatussolihat.Perhitungan falakiyah yang masih menggunakan oret-oretan tangan.

Saat ini umur Pondok Pesantren Al-Baqiyatussolihat sudah 74 tahun, pesantren ini berdiri di atas tanah seluas 2995 m2 masih tetap eksis dan setia dengan mengajarkan kitab kuning kepada para santrinya, baik ilmu alat (nahwu, sharaf, balaghah), ilmu faraidh (waris), ilmu fikih, falak (hisab), ilmu tauhid dan sebagainya. Pimpinan sekarang adalah KH.R. Jamaluddin keturunan dari KH.R.Ma’mun Nawawi  merupakan keturunan ke-11 dari Maulana Hasanuddin dan ke-24 dari Rasulullah.KH.R.Ma’mun Nawawi meninggal dalam usia 63 tahun (1912-1975).Semasa hidupnya KH.R.Ma’mun Nawawi pernah menulis nadzaman ilmu falak sebanyak 63 bait dan menghasilkan setidaknya 63 kitab. Kitabnya masih dijual di Toko Arafat Bogor, seperti  Kasyful Gumum wal Gumum (tentang doa), Hikayatul Mutaqaddimin (tentang kisah-kisah ulama dahulu), Idho’ul Mubhamat (tentang rumus-rumus akumulasi dari kitab-kitab yg mengandung akronim).

Makam KH.R.Ma’mun Nawawi berada di sekitar pesantren Al-Baqiyatussolihat dan seringkali dikunjungi orang baik dari Banten atau Bogor, khususnya pada bulan Maulid.





TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA Judul Artikel : Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat .Ditulis oleh : Jeng Yanti. Artikel ini dimuat pada www.cibarusah.com, jika ingin mengutip, maka harus memberikan sumber link balik pada artikel "Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat" ini. Jika tidak maka akan diproses secara DMCA Take down yang tentu saja buruk akibatnya bagi blog Anda. Terima kasih atas perhatiannya
Judul: Pondok Pesantren Al-Baqiyatussholihat; Ditulis oleh Jeng Yanti; Rating Blog: 5 dari 5

Related Posts

Posted by: Jeng Yanti CIBARUSAH.COM Updated at: 6:32 AM

0 komentar:

Post a Comment