Monday, September 10, 2012

Sejarah Kabupaten Bekasi Jawa barat

Jika anda belum mengetahui sejarah bekasi , alangkah baiknya simak artikel berikut ini.

Di abad ke-5 Masehi, konon di wilayah Jawa Barat telah berdiri kerajaan Tarumanegara dengan Rajanya bernama Purnawarman dan menurut keterangan dari Prof. Dr. Purbatjaraka istana kerajaan Tarumanegara ini terletak di dekat sungai Ciliwung dan sungai Bekasi. Nah,Kerajaan Tarumanegara itu sendiri runtuh sekitar abad ke-7 dan ke-8 akibat dari serangan Kerajaan Sriwijaya. Dalam catatan sejarah, keberadaannya sebenarnya masih tetap ada hingga abad ke-10 Masehi (sumber Rohedi, 1975:31). Mendekati keruntuhan Kerajaan Tarumanegara, di Jawa Barat ada dua kerajaan besar yaitu Kerajaan Galuh (di abad ke-8) dan Kerajaan Pajajaran (di abad ke-14). Di antara kedua kerajaan tersebut tadi di atas , yang memiliki pengaruh cukup besar adalah Kerajaan Pajajaran yang hingga Bekasi dibawah kekuasaanya.

Pada masa jayanya Kerajaan Pajajaran, Bekasi pun merupakan salah satu daerah yang sangat penting karena letak geografisnya yang  strategis sebagai daerah perantara ke pelabuhan Sunda Kelapa.

Akhirnya Kekuasaan Kerajaan Pajajaran semakin surut setelah pelabuhan Sunda Kelapa jatuh ke tangan kaum muslim dibawah pimpinan Fatahillah, seorang menantu Sultan Demak (Pangeran Trenggono). Kehadiran kesatuan Islam di Sunda lambat laun telah mengrong-rong kekuasaan Pajajaran.
dan Sunda Kelapa akhirnya diganti menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527.

Sekitar bulan April 1619 telah terjadi pertempuran antara Pasukan Jayakarta melawan Belanda atau VOC. Sehingga Jayakarta dapat ditundukkan oleh VOC per tanggal 31 Mei 1619 dan wilayah kekuasaan VOc meliputi daerah kekuasaan Jayakarta sebelumnya, termasuk Bekasi.

Setelah VOC berkuasa, Maka Jayakarta berubah menjadi Batavia, dan kota ini dijadikan basis utama bagi kekuasaan VOC dalam pengaturan ekonomi dan politik Hindia Timur. Pada tahun 1746 VOC telah memproklamirkan bahwa daerah pesisir utara pulau Jawa berada dalam kekuasaannya dan menjadi daerah yuridiksi chompeny, berarti semua pimpinan yang ada secara administratif harus mematuhi dan menggunakan hukum chompeny.

Mungkin anda juga boleh tahu bahwa sejarah Bekasi tidak bisa dipisahkan dari kolonialisme Belanda, pada saat itu Bekasi merupakan salah satu distrik (kawedanaan) dari Afdeeling/regenschap Meester Cornelis, yang artinya Residensi Batavia yang dibagi menjadi tiga onderdistrik yang didalamnya terdapat tuan-tuan tanah dan dibagi lagi dalam kesatuan administrasi terkecil yang disebut kampung. Akibat diberlakukannya system penguasaan tanah secara partikelir, maka pada tahun 1869 terjadi pemberontakan petani Bekasi di Tambun. Pada tanggal 6 September 1869 berdiri Sarekat Islam Cabang Bekasi yang tujuannya ingin menyusun kekuatan untuk melawan tuan tanah.

Masih lanjutan paragraph di atas ,Setelah pemerintahan Hindia Belanda takluk kepada pendudukan oleh Jepang, kemudian penjajah Jepang mengambil alih seluruh administratif pemerintahan dan keamanan sampai ke tingkat kampung - kampung. Sejak awal pemerintahan Jepang , semua partai politik dibubarkan sampai akhirnya terbentuk Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) dan sehingga pada tanggal 8 Januari 1944 didirikan organisasi yang lebih luas yaitu Jawa Hokokai atau Kebangkitan Jawa.

Pada saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, kota-kota disekitar Jakarta seperti Tangerang, Bogor, dan Bekasi menyambutnya dengan semangat dan penuh suka cita, bahkan sempat menimbulkan kekerasan dengan cara melucuti persenjataan setiap tentara Jepang yang tertangkap dan tidak sedikit tentara Jepang atau Indonesia yang terbunuh.

Nah,Sejak saat itu di Bekasi muncul beberapa pergerakan masyarakat yang tujuaannya untuk melawan pendudukan tentara Jepang yang kejam dan menyengsarakan rakyat Indonesia. Dan pada tanggal 19 Oktober 1945 terjadi insiden diKali Bekasi dan tanggal 23 November 1945 dimulainya peristiwa Bekasi lautan api yaitu terjadinya pertempuran antara masyarakat Bekasi dengan tentara sekutu.

Pada situasi tahun pun  1949 masih diwarnai pertempuran dan diplomatis, Bekasi masih merupakan kawedanaan, yang merupakan bagian dari Kabupaten Jatinegara. Kemudian di awal tahun 1950 para tokoh masyarakat Bekasi membentuk Panitia Amanat Rakyat Bekasi, dan pada tanggal 17 Januari 1950 Panitia Amanat Rakyat mengadakan rapat raksasa dengan semua rakyat Bekasi. Dan dalam rapat rakyat itu selain adanya beberapa tuntutan, rakyat Bekasi meminta kepada pemerintah agar Kabupaten Jatinegara diganti menjadi Kabupaten Bekasi. Setelah melalui tiga kali pembicaraan antara bulan Februari 1950 sampai Juni 1950 akhirnya Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri RIS (Republik Indonesia Serikat) menyetujui pembentukan Kabupaten Bekasi.

Penggantian nama Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi tertuang dalam UU No. 14 tanggal 8 Agustus Tahun 1950 tentang pembentukan kabupaten di Jabar serta memperhatikan PP No. 32 tanggal 14 Agustus 1950 tentang penetapan mulai berlakunya UU No. 12, 13, 14, dan 15 tahun 1950, dan realisasinya baru dilaksanakan tanggal 15 Agustus 1950 yang kemudian diakui sebagai lahirnya Kabupaten Bekasi/Hari Jadi Kabupaten Bekasi dengan Bupati pertama adalah R. Suhanda Umar, SH
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA Judul Artikel : Sejarah Kabupaten Bekasi Jawa barat .Ditulis oleh : Jeng Yanti. Artikel ini dimuat pada www.cibarusah.com, jika ingin mengutip, maka harus memberikan sumber link balik pada artikel "Sejarah Kabupaten Bekasi Jawa barat" ini. Jika tidak maka akan diproses secara DMCA Take down yang tentu saja buruk akibatnya bagi blog Anda. Terima kasih atas perhatiannya
Judul: Sejarah Kabupaten Bekasi Jawa barat; Ditulis oleh Jeng Yanti; Rating Blog: 5 dari 5

Related Posts

Posted by: Jeng Yanti CIBARUSAH.COM Updated at: 5:13 PM

0 komentar:

Post a Comment